Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Manfaat Jaringan Komputer
1.1 Pengertian
Menurut definisi yang paling mendekati makna saat ini, Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer dan perangkat terkait yang dihubungkan dengan fasilitas komunikasi. Dengan adanya teknologi Internet of Things (IoT), tidak hanya komputer, namun perangkat seperti Handphone, Printer, dan Scanner juga terhubung dalam jaringan.
1.2 Sejarah Singkat
1969 - ARPANET
Riset DARPA menghubungkan sejumlah komputer membentuk jaringan organik. Berhasil menghubungkan kurang dari 10 komputer.
1972 - Email Disempurnakan
Roy Tomilson menyempurnakan email. Penggunaan simbol '@' diperkenalkan.
1982 - Protokol TCP/IP
TCP dan IP dibentuk sebagai protokol resmi yang diakui semua jaringan.
1990 - WWW Ditemukan
Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser (World Wide Web).
1.3 Jenis-Jenis Jaringan
LAN (Local Area Network)
Mencakup area lokal (10m - 5000m) seperti gedung, sekolah, rumah. Kecepatan transfer sangat tinggi.
MAN (Metropolitan)
Menghubungkan jaringan dalam satu kota (5km - 50km). Gabungan beberapa LAN.
WAN (Wide Area Network)
Menghubungkan antar kota atau negara. Membentuk jaringan internet global.
Arsitektur Jaringan
Client-Server
Terdapat komputer yang bertindak sebagai server (penyedia layanan) dan client (penerima layanan). Keamanan terpusat dan terkelola dengan baik.
Peer-to-Peer (P2P)
Semua komputer memiliki hak yang sama, dapat bertindak sebagai client maupun server. Cocok untuk jaringan skala kecil tanpa butuh admin khusus.
Topologi Jaringan
BusRingStar (Paling umum)TreeMesh
BAB 2: Perangkat Jaringan
Perangkat keras utama penyusun sistem jaringan komputer
Kartu Jaringan (NIC)
Menghubungkan komputer dengan jaringan. Memiliki MAC Address unik. Kecepatan dari 10Mbps hingga 1Gbps+.
HUB & Switch
Konsentrator jaringan. Switch lebih cerdas dari Hub karena mengenali MAC Address dan meminimalisir tabrakan data (collision).
Router
Penghubung paket data antara dua segmen jaringan yang berbeda (beda Net ID). Mengarahkan rute terbaik.
Repeater
Menguatkan sinyal yang mengalami degradasi akibat jarak yang jauh, menjaga integritas paket data.
Bridge & Gateway
Bridge menyatukan topologi/media berbeda. Gateway menghubungkan sistem dengan protokol (aturan) yang berbeda.
Media & Pengkabelan
Menggunakan Coaxial, Twisted Pair (UTP/STP), atau Fiber Optic. Standar susunan UTP: Straight (Beda Perangkat) & Crossover (Perangkat Sama).
Access Point (AP)
Perangkat pusat yang mentransmisikan sinyal radio untuk membentuk jaringan nirkabel (Wireless LAN) penghubung perangkat mobile.
Modem & Firewall
Modem mengubah sinyal digital ke analog untuk akses internet. Firewall memfilter lalu lintas jaringan untuk mencegah akses tidak sah.
BAB 3: OSI Layer
Open System Interconnection - Standarisasi komunikasi jaringan (Klik layer untuk info)
Tips Menghafal:"All People Seem To Need Data Processing"
(Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, Physical).
UPPER LAYERS (Data)
7. Application
6. Presentation
5. Session
LOWER LAYERS (Aliran Data)
4. Transport
3. Network
2. Data Link
1. Physical
Klik salah satu layer di samping untuk melihat penjelasannya.
Layer X
Layer Name
Description goes here...
BAB 4: Protokol TCP/IP
Aturan komunikasi data dan pengalamatan (IP Address)
Model TCP/IP vs OSI
TCP/IP menyederhanakan 7 layer OSI menjadi 4 layer utama:
Application (OSI: App, Pres, Session)
Transport (OSI: Transport)
Internet (OSI: Network)
Network Access (OSI: Data Link, Physical)
Kelas IP Address (IPv4)
IPv4 panjangnya 32-bit (4 oktet). Terbagi dalam 5 kelas utama (A, B, C untuk pengalamatan umum):
Kelas
Range (Oktet 1)
Format (N=Net, H=Host)
Default Subnet Mask
A
1 - 126
N . H . H . H
255.0.0.0
B
128 - 191
N . N . H . H
255.255.0.0
C
192 - 223
N . N . N . H
255.255.255.0
IP Private
Tidak diroute di internet publik (untuk lokal):
A: 10.0.0.0 - 10.255.255.255
B: 172.16.0.0 - 172.31.255.255
C: 192.168.0.0 - 192.168.255.255
IPv6
Merespon keterbatasan IPv4. Panjang 128-bit, format Heksadesimal (colon-hexadecimal). Contoh: fe80::2aa:ff:fe9a:4ca2
Port Protokol Populer
Dalam komunikasi jaringan, layanan dibedakan menggunakan nomor Port logis. Berikut beberapa port yang sering keluar dalam ujian:
Memecah network besar menjadi subnet-subnet yang lebih kecil (efisiensi IP)
Konsep Dasar Subnetting
Subnetting dilakukan dengan "meminjam" bit-bit dari porsi Host untuk dijadikan bit Network tambahan (Extended bits). Hal ini mengubah Subnet Mask default. Dengan teknik CIDR (Classless Inter-Domain Routing), pengalamatan IP tidak lagi dibatasi oleh kelas standar.
Rumus Jumlah Subnet (Jaringan): 2n (n = jumlah bit 1 yang dipinjam pada oktet terakhir subnet mask)
Rumus Jumlah Host per Subnet: 2y - 2 (y = sisa bit 0 pada oktet terakhir. Dikurangi 2 untuk Network ID & Broadcast)